Tabligh Akbar: Menghidupkan Hati dengan Sholawat Nabi

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji hanya milik Allah سبحانه وتعالى yang telah mempertemukan kita dalam majelis yang mulia ini, majelis Tabligh Akbar, majelis ilmu dan dzikir, majelis yang insyaAllah dinaungi rahmat serta dikelilingi para malaikat.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadir Secara Fisik, Namun Apakah Hati Kita Hadir?

Hadirin yang dirahmati Allah,
Banyak orang datang ke majelis besar. Duduk rapi, mendengarkan ceramah, bahkan mencatat. Namun pertanyaannya bukan berapa banyak yang hadir, melainkan berapa banyak hati yang hidup.

Di zaman ini, ilmu mudah didapat, ceramah bisa ditonton kapan saja. Tetapi ketenangan hati justru semakin langka. Kita tahu banyak, tapi hati terasa kosong. Kita sibuk, tapi jiwa gelisah.

Di sinilah Islam mengajarkan satu amalan agung yang sering dianggap sepele, namun mampu menghidupkan hati yang mati, yaitu sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Sholawat: Amalan Langit yang Diturunkan ke Bumi

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini luar biasa. Allah tidak mengatakan “berzikirlah” atau “berdoalah”, tetapi bersholawatlah. Ini menunjukkan bahwa sholawat adalah amalan istimewa, amalan yang Allah sendiri melakukannya.

Ketika lisan kita bersholawat, sebenarnya kita sedang:

  • Menyambung diri dengan Rasulullah ﷺ

  • Menghadirkan cinta dalam iman

  • Membersihkan hati dari keras dan lalai

Sholawat Bukan Hanya Bacaan, Tapi Jalan Hidup

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Cinta kepada Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya dengan pengakuan. Cinta sejati selalu melahirkan amal. Dan amal cinta yang paling ringan, namun paling besar balasannya, adalah sholawat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)

Bayangkan, satu sholawat dibalas sepuluh rahmat dari Allah. Sepuluh rahmat itu bisa berupa:

  • Ampunan dosa

  • Kelapangan rezeki

  • Ketenangan keluarga

  • Kekuatan iman di tengah ujian

Namun mari jujur pada diri sendiri:
Kita sering berharap pertolongan Allah, tapi jarang bersholawat.

Sholawat Jibril: Dzikir Ringkas untuk Umat yang Sibuk

Bagi siapa pun yang merasa sibuk, lelah, atau sulit istiqamah, Rasulullah ﷺ tidak memberatkan. Ada sholawat yang sangat singkat, namun luar biasa maknanya:

Shallallāhu ‘alā Muhammad

Sholawat ini dikenal sebagai Sholawat Jibril. Pendek, ringan, bisa dibaca kapan saja: saat berjalan, bekerja, bahkan dalam hati.

Tetapi jangan salah. Yang sederhana tidak berarti remeh.
Justru amalan yang kecil namun terus-menerus itulah yang paling dicintai Allah.

Penutup: Pulang dengan Hati yang Berbeda

Hadirin Tabligh Akbar yang dirahmati Allah,
Jangan biarkan kita pulang hanya membawa lelah, tanpa membawa perubahan. Jangan biarkan majelis ini berlalu tanpa bekas di hati.

Jika hari ini kita ingin:

  • Hati yang lebih tenang

  • Iman yang lebih hidup

  • Hidup yang lebih berkah

Maka mulailah dari satu hal sederhana:
perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Mari kita tutup majelis ini dengan sholawat, bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan niat untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad

Semoga Allah menjadikan kita umat yang dekat dengan Rasulullah ﷺ, di dunia maupun di akhirat.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.